Sunday, March 5, 2017

KLARIFIKASI (Tulisan menyangkut Inisial Nama REN)

Dr. RE Nainggolan, MM
Selamat malam kawan-kawan sekalian dimanapun berada, malam ini saya ingin mengklarifikasi tentang beberapa hal dalam tulisan saya yang terdahulu di status akun facebook https://www.facebook.com/benardosinambela dan juga di blog pribadi saya www.benardosinambela.id tertanggal 8 Desember 2016 dengan judul “Ditolak Dikampung Sendiri” (telah dihapus dengan seijin pemilik inisial REN).
Hal ini saya sampaikan demi meluruskan informasi yang salah dalam penulisan, agar kelak tidak ada yang dirugikan serta sebaliknya agar tidak ada yang memanfaatkan informasi tersebut untuk kepentingan-kepentingan tertentu.
Jujur saya sampaikan bahwa kondisi emosional saya pada saat menuliskan tulisan tersebut dalam kondisi tidak terkendali, hal itu dikarenakan pergantian nama ruas Jalan Raja Sisingamangaraja XII (Pahlawan Nasional kelahiran Bakara, Kabupaten Humbang Hasundutan) di Kecamatan Doloksanggul menjadi Jalan Tokke Julius Nainggolan yang mengakibatkan tulisan terpublikasi tanpa ada kebenaran data yang saya miliki.
Berdasarkan penelusuran fakta kecil-kecilan selama beberapa waktu singkat belakangan ini melalui beberapa narasumber, saya menyadari bahwa saya telah benar-benar salah dalam menuliskan informasi mengenai beliau.
Tentu kita semua mengenal sosok REN (RE Nainggolan) yang santun, baik dan sangat lembut dalam bertutur kata. Kita juga tau bahwa RE Nainggolan adalah orang yang sangat aktif dalam kegiatan-kegiatan keagamaan, adat istiadat/budaya, sosial, politik dan juga tidak lupa dengan kegiatan pelestarian lingkungan tanpa mengenal lelah. Hal ini tentu sangat berbanding terbalik dengan sosok REN yang saya gambarkan dalam tulisan tersebut.
Terkhusus soal pergantian nama ruas jalan di Kecamatan Doloksanggul, seharusnya kritik saya sampaikan kepada pengambil kebijakan yaitu Bapak Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor yang telah lalai dalam mengkaji pergantian nama jalan tersebut, bukan kepada Bapak RE Nainggolan yang notabanenya adalah cucu ketiga dari anak anak pertama Tokke Julius Nainggolan.
Mudah-mudahan melalui sepenggal tulisan saua ini, publik bisa memahami kesalahan penilisan informasi dalam tulisan saya tersebut, sekaligus juga agar kiranya juga rasa hormat dan pandangan kita terhadap sosok Bapak RE Nainggolan  tidak luntur karena kealfaan saya dalam menulis.
Demikian juga, melalui tulisan ini, saya juga ingin menyampaikan rasa bersalah dan penyesalan saya agar kiranya Bapak RE Nainggolan dapat memaklumi dan memaafkan kesalahan saya tersebut, serta tidak berprasangka buruk terlalu jauh terhadap saya, saya pastikan bahwa pembuatan tulisan tersebut adalah kesalahan saya pribadi, tidak ada orang yang menyuruh ataupun bermaksud memperalat saya, jikapun ada desas-desus seperti itu, itu hanya ulah orang-orang yang ingin memancing di air keruh saja dan tidak bertanggungjawab.
Saya memahami dampak dari tulisan tersebut terhadap nama baik Bapak, tetapi bukan itu motivasi saya yang sebenarnya, saya tidak punya maksud untuk mencemarkan nama baik Bapak, saya hanya ingin memberi kriktikan terhadap kebijakan pergantian nama ruas jalan tersebut, tidak lebih daripada itu.
Terkait soal laporan pencemaran nama baik atas nama Bapak RE Nainggolan di Polda Sumatera Utara, saya juga memahami bahwa kita semua memiliki hak yang sama dimata hukum, tetapi saya berkeyakinan bahwa Bapak memiliki hati yang baik dan lembut, yang senantiasa bisa memberi maaf kepada seorang anak yang masih dalam tahap proses belajar menjadi pribadi yang lebih baik kedepan, supaya bisa menjadi panutan dihari tua seperti halnya Bapak sekarang ini yang telah menjadi panutan bagi anak-anak muda, baik dalam hal kepribadian maupun dalam karir, pendidikan dan profesi. Terlebih soal merawat keluarga yang baik dan bahagia hingga di masa tua.
Saya ingin mengakhiri tulisan saya ini dengan umpasa Batak agar tidak terkesan tidak sopan. Songon hata situa-tua ma namandok “Ramba na poso, ndang piga tubuan lata. Hami na poso, ndang piga na umboto hata”. Molo adong pe angka na sala jala nahumurang dipangalaho nami, sai anggiat ma nian tupa roha muna laho pasingothon hami tu joloan ni ari. Mauliate jala Horas!

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon