Monday, December 19, 2016

Meneropong Danau Toba dari Singapura (Eps 2)


Siporsuk Na Mamora - Ini lenjutan cerita tentang "SKENARIO DI DANAU TOBA DAN KEJATUHANJOKOWI" dan "BERCENGKRAMADIPINGGIR DANAU TOBA (EPS 1)" yang sebelumnya saya siapkan khusus memang untuk membedah sebuah kemungkinan yang akan terjadi di masa berikutnya.

Kawan-kawan tau gank luasnya negara Singapura? Hanya 719,1 km² hampir hanya beda puluhan kilometer dengan luasnya Pulau Samosir 630 km² akan tetapi tingkat kemakmurannya luar biasa jauh tertinggal. Sementara kalau dilihat dari potensi pariwisatanya mungkin Puloau Samosir jauh lebih berpotensi, tapi tetap saja kita pergi ke sana hanya sekedar belanja dan cuci mata.

Enaknya memang jikalau kita menganalisis masa depan dari histori peradaban di masa lalu.

Salahnya kenapa kita masih tertinggal hari ini, menurutku karena kita dijajah negara yang salah, perbandingannya, lihatlah negara-negara yang dijajah bangsa Inggris, seperti Singapura, mereka jauh lebih maju ketimbang Indonesia bahkan secara umum. Baik dari segi kesejahteraan, keamanan dan ketertiban atau pariwisata.

Saya terfikir soal celetukan cerita di kedai kopi, ada partai yang masih memiliki mental oposisi meskipun sudah jadi penguasa, mereka bilang mungkin karena terlalu lama jadi oposisi, sehingga mentalnyapun masih tetap oposisi.

Sama halnya dengan Indonsia, sewaktu dijajah, tidak hanya harta dan kekayaan alamnya yang di ambil, tapi juga ikut mentalnya sudah di rampas, akibatnya, sampai hari ini mental kita masih mental dijajah walaupun sudah merdeka.

Singapura yang dulu dikolonisasi oleh Inggris, mau merdeka saja tidak mencukupi kuota penduduk asli/pribumi, namun sekarang telah menjadi negara maju, bahkan banyak pengusaha putih ataupun hitam (banyakan yang hitam) yang mempercayakan uangnya disimpan di negara tersebut.

Jangankan itu, mungkin hari ini, tempat untuk memarkirkan pesawat saja mereka kekurangan tanah, hingga sampai pada suatu saat mereka ingin menyewa sebidang lahan di Pulau Samosir untuk sekedar parkir pesawat-pesawat dan maintenance, namun tidak kesampaian karena situasi saat itu semua negara masih saling curiga, apalagi Indonesia yang tidak menginginkan kemerdekaan Singapura karena situasi politik internasional, Indonesia menganggap keinginan itu sebagai strategi Inggris untuk menguasai Indonesia yang pada saat itu baru meredeka, bisa saja mungkin untuk menciptakan koloni baru dengan dalih yang sederhana.

Nampaknya hari ini sudah dimulai lagi, kenapa demikian? Tanyakan saja sama rumput yang bergoyang, atau air Danau Toba yang melenggak-lenggok mengikuti hembusan angin.

Tapi jika diberi kesempatan berkomentar soal itu, mungkin karena patung Singa yang di Singapura sudah mulai kehabisan air, jadi untuk itu, mereka mau mengambil air Danau Toba sebagai stok air kedepan untuk pancurannya agar kelihatan tetap indah.

Tapi jika diberi kesempatan berkomentar soal itu, mungkin karena patung Singa yang di Singapura sudah mulai kehabisan air, jadi untuk itu, mereka mau mengambil air Danau Toba.

Oke baiklah, itu sekilas cerita rakyat, kau cari di Wikileaks juga tidak ketemu. 

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon